Dasar Ontologi Keilmuan dan Opini Pribadi Terkait Materi

Dasar Ontologi Keilmuan dan Opini Pribadi Terkait Materi

(Oleh : Yogi Supriyono) 

A.    Pengertian Ontologi

Istilah ontologi berasal dari bahasa Yunani, yang terdiri dari dua kata, yaitu ta onta berarti ―yang berada, dan logi berarti ilmu pengetahuan atau ajaran. Maka ontologi adalah ilmu pengetahuan atau ajaran tentang keberadaan.Ontologi menyelidiki sifat dasar dari apa yang nyata secara fundamental dan cara yang berbeda dimana entitas (wujud) dari kategori-kategori yang logis yang berlainan (objek-objek fisik, hal universal, abstraksi) dapat dikatakan ada dalam rangka tradisional. ontologi dianggap sebagai teori mengenai prinsip-prinsip umum dari hal ada, sedangkan dalam hal pemakaianya akhir-akhir ini ontologi dipandang sebagai teori mengenai apa yang ada.

Pengertian Ontologi Menurut Para Ahli :

1. Aristoteles

Menurut Aristoteles bahwa pengertian ontologi ini merupakan suatu pembahasan mengenai hal ada sebagai hal ada (hal ada sebagai demikian) mengalami perubahan dalam, sehubungan objeknya.

 

2. The Liang Gie

Menurut The Liang Gie, bahwa definisi ontologi ialah suatu bagian dari filsafa dasar yang mengungkapkan tentang  makna dari sebuah eksisten yang pembahasannya itu  terdiri dari, apakah artinya ada, hal ada, apakah golongan-golongan dari hal yang ada, apakah sifat dasar kenyataan dan hal ada

3. Ensiklopedia Britannica

Menurut Ontologi dalam Ensiklopedi Britannica berangkat dari Aristoteles, menyatakan bahwa pengertian Ontologi ini merupakan teori atau studi mengenai being atau wujud misalnya karakteristik dasar terhadap suatu realitas. 

4. Bakhtiar

Menurut Bakhtiar bahwa pengertian ontologi ini merupakan suatu ilmu yang membahas mengenai hakikat yang ada, sebagai suatu ultimate reality baik yang mempunyai bentuk jasmani atau konkret ataupun mengenai rohani ataupun abstrak.

5. Soetriono

Ontologi merupakan azaz dalam menerapkan batas atau mengenai ruang lingkup suatu wujud yang menjadi objek dari penelaahan (objek ontologi atau obyek formal dari pengetahuan) dan juga mengenai penafsiran mengenai hakiakt realita (metafisika) dari objek ontologi atau juga objek formal tersebut dan merupakan suatu landasan dari ilmu yang menanyakan terkait apa yang dikaji atau juga dibahas dalam suatu pengetahuan serta biasanya berhubungan terhadap alam kenyataan serta keberadaan.

6. Suriasumantri

Menurut Suriasumantri bahwa ontologi ini membahas mengenai apa yang ingin kita ketahui, seberapa jauh kita ingin tahu, atau dengan kata lain suatu pengkajian terhadap teori tentang ada.

 

A.    Aliran-aliran dalam Ontologi

Aliran - aliran dalam ontologi terbagi menjadi 5 yaitu sbb:

a.       Aliran monoisme

Aliran ini berpendapat bahwasannya segala hakikat berasal dari satu kenyataan saja

b.      Dualisme

Merupakan suatu aliran yang memiliki pendapat untuk menyatukan Dua aliran yang berbeda yakni materialisme dan idealisme

c.        Pluralisme

Plural yang memiliki arti banyak  sehingga dapat diartikan bahwa bermacam-macam bentuk itu kenyataan. 

d.       Aliran Nikhilisme

Aliran ini menyatakan bahwa  Duni itu terbuka untuk kebebasan dan segala kreativitas manusia. 

e.       Aliran Agnotisisme

Aliran ini berpaham yang terletak pada teisme dan ateisme.

 

B.     Aspek-aspek Ontologi

Secara ontologis ilmu membatasi lingkup penelaahan keilmuannya hanya pada daerah yang berada dalam jangkauan pengalaman manusia dan terbatas pada hal yang sesuai dengan akal manusia.

 Ontologi membahas tentang yang ada yang universal, menampilkan pemikiran semesta universal. Ontologi berupaya mencari inti yang termuat dalam setiap kenyataan. 

1.      Objek Formal

Objek formal ontologi adalah hakikat seluruh realitas. 

2.       Metode dalam Ontologi

Lorens Bagus memperkenalkan tiga tingkatan abstraksi dalam ontologi, yaitu : abstraksi fisik, abstraksi bentuk, dan abstraksi metaphisik.Abstraksi yang dijangkau oleh ontologi adalah abstraksi metaphisik.

Aspek ontologi ilmu pengetahuan tertentu hendaknya diuraikan/ditelaah secara :

a)     Metodis; Menggunakan cara ilmiah

b)     Sistematis; Saling berkaitan satu sama lain secara teratur dalam suatu keseluruhan

c) Koheren; Unsur-unsurnya harus bertautan,tidak boleh mengandung uraian yang bertentangan

d)    Rasional; Harus berdasar pada kaidah berfikir yang benar (logis)

e)    Komprehensif; Melihat obyek tidak hanya dari satu sisi/sudut pandang, melainkan secara multidimensional – atau secara keseluruhan (holistik)

f)      Radikal; Diuraikan sampai akar persoalannya, atau esensinya

g)     Universal; Muatan kebenarannya sampai tingkat umum yang berlaku di mana saja.

 

C.     Manfaat Ontologi

Fungsi dan manfaat mempelajari ontologi sebagai cabang filsafat ilmu antara lain:

1. berfungsi sebagai refleksi kritis atas objek atau bidang garapan, konsep-konsep, asumsi-asumsi dan postulat-postulat ilmu. 

2. Ontologi membantu ilmu untuk menyusun suatu pandangan dunia yang integral, komphrehensif dan koheren. 

3. Ontologi memberikan masukan informasi untuk mengatasi permasalahan yang tidak mampu dipecahkan oleh ilmu-ilmu khusus. 


Kesimpulan

Ontologi mempelajari tentang objek apa yang ditelaah ilmu, perwujudannya dan hubungannya dengan daya tangkap manusia, sehingga dapat menghasilkan ilmu pengetahuan. Pembahasan ontologi tidak mecakup pada proses, prosedur dan manfaat dari suatu objek yang ditelaah ilmu, tetapi lebih kepada perwujudannya. “ada” itu. Penyusun dapat menyimpulkan bahwa ontologi merupakan salah satu diantara lapangan penyelidikan kefilsafatan yang paling kuno. Ontologi berasal dari bahasaYunani yang berarti teori tentang keberadaan sebagai keberadaan. Pada dasarnya ontologi membicarakan tentang hakikat dari suatu benda atau sesuatu. Hakikat disini berarti kenyataan yang sebenarnya. Misalnya, pada model pemerintahan demkratis yang pada umumnya menjunjung tinggi pendapat rakyat. Keadaan seperti ini yang dinamakan keadaan sementara dan bukan hakiki. Justru yang hakiki adalah model pemerintahan yang demokratis tersebut.

Opini Pribadi Terkait dengan Materi

Menurut opini pribadi saya Ontologi merupakan suatu bidang yang mempelajari keberadaan atau kejelasan suatu hal yang dapat ditangkap oleh akal manusia, sehingga bisa di mengerti dan dijalankan seperti mestinya.keberadaan yang di ketahui tersebut biasanya sudah banyak diketahui oleh manusia, namun untuk memperjelas dan menghasilkan ilmu pengetahuan.Ontologi merupakan bagian dari filsafat. ontologi hadir sebagai bidang yang membahas seuatu yang diyakini ada. ontologi berbicara tentang hakikat sesuatu yang ada. yang dapat kita lihat dapat kita rasakan dan kita ketahui melalui keyakinan atau penglihatan. baik itu ada yang benar-benar ada atau sesuatu yang sepertinya ada. itu bisa dinamakan ontologi.hakikat ada bukan selalu nyata tapi kita meyakini maka itu dinamakan ada. 

Komentar

Postingan Populer