Kebenaran Non-Ilmiah
Kebenaran Non-Ilmiah
(Oleh : Yogi Supriyono)
Dan Opini
Pribadi Terkait dengan Tema
1. Pengertian teori kebenaran ilmiah oleh
Kebenaran non ilmiah memiliki pengertian kebenaran yang diperoleh
bukan berdasarakan penalaran logika tetapi diperoleh dari
faktor-faktor non ilmiah. Banyak para ahli yang memaparkan ide tentang sudut
pandang kebenaran termasuk bagaimana membuktikannya Pada hakikatnya, sudut
pandang kebenaran ada tiga yaitu: kebenaran ilmiah, kebenaran ilmiah, kebenaran
filsafat. Biasanya kebenaran ilmiah lebih sahih, logis dan terbukti
kebenarannya, namun,bukan berarti bahwa kebenaran non ilmiah dan filsafat
selalu salah atas suatu kebenaran.
2.
Teori dalam
kebenaran non ilmiah
Sifat dan cara memperoleh kebenaran Non-Ilmiah sederhana, penuh dengan kira kira, serta
tidak dapat dijangkau oleh alat indera manusia. Ajaran realisme
percaya bahwa dengan sesuatu, ada hal-hal yang hanya terdapat di
dalam dan tentang dirinya sendiri, serta yang hakikatnya
tidak terpengaruh oleh seseorang.
a. Wahyu
Arti wahyu secara umum adalah bisikan, isyarat atau
petunjuk, ilham, perintah, perundingan rahasia. Dalam syara “ wahyu adalah
pengetahuan yang diperoleh nabi atau rosul, yang berasal
dari Allah dengan perantara atau tidak melalui perantara (malaikat,
mimpi). Manusia tidak akan mengetahui hakikat wahyu secara pasti, hanya Allah
yang mengetahui hakikatnya. Wahyu adalah pengetahun yang disampaikan oleh
Allah kepada manusia lewat perantara para nabi. Para nabi memperoleh
pengetahuan dari Allah tanpa upaya, tanpa memerlukan waktu untuk
memperolehnya. Akal meyakinkan bahwa kebenaran pengetahuan mereka berasal
dari Tuhan, karena pengetahuan itu memang ada pada saat manusia biasa tidak
mampu mengusahakannya, karena hal itu diluar kemampuan manusia.Kebenaran yang
didasarkan kepada wahyu merupakan kebenaran mutlak, Kepercayaan inilah
yang merupakan titik tolak dalam agama dan lewat pengkajian selanjutnya dapat
meningkatkan atau menurunkan kepercayaan itu.
b. Mitos / Keyakinan
Mitos itu diturunkan secara subyektif, dalam arti
kebenarannya hanya berlaku dimana berlaku dalam masyarakatnya, dan tidak ada
kaitan antara pengalaman dan penuturan.Mitos berarti menghindar realitas, bukan
menghadapi realitas.Seperti ruwatan, patung, sesaji yang dianggap symbol yang
dapat menghindarkan malapetaka. Mitos biasanya efektif sebagai alat komunikasi
massa. Mitos akan hidup tatkala rakyat tertekan dan penuh harapan. Mitos dapat
juga mendorong per buatan.. Keyakinan adalah kemampuan yang ada pada
diri manusia yang diperoleh melalui kepercayaan.Sesungguhnya antara sumber
pengetahuan berupa wahyu dan keyakinan ini sangat sukar untuk dibedakan.Adapun
keyakinan melalui kemampuan kejiwaan manusia merupakan pematangan dari
kepercaya.
c. Mistik / Spiritual
Mistik atau disebut juga dengan spiritual
adalah teori yang masuk dalam supra-rasional, kadang memiliki bukti empiris.
Mistis adalah pengetahuan yang tidak rasional, yaitu pengetahuan
ajaran atau keyakinan tentang tuhan yang diperoleh melalui
latihn-latihan meditasi atau latihan spiritual, bebas dari
ketergantungan indera atau rasio. Dalamislam yang
termasuk pengetahuan mistis ialah pengetahuan yang
supra raional tetapi kadang-kadang mempunyai bukti empiris. Spiritualisme adalah
ajaran yang menyatakan bahwa kenyataan yang terdalam adalah roh (Pneuma, Nus,
Reason, logos) yaitu roh yang mengisi dan mendasari seluruh alam. Dunia indera
dalam pengertian ini dipandang sebagai dunia idea. Terdapat dua aliran yaitu
1)
Cara
kerja Mistis-Magis-Putih
2) Cara
kerja Mistis-Magis-Hitam
Pengembangan kemampun ini (intuisi) memerlukan suatu
usaha.Ia juga mengatakan bahwa intuisi adalah suatu pengetahuan yang langsung,
yang mutlak dan bukan pengetahuan yang nisbi. Menurutnya, intuisi
mengatasi sifat lahiriah pengetahuan simbolis, yang pada dasarnya bersifat
analisis, menyeluruh, mutlak, dan tanpa dibantu oleh penggambaran secara simbolis.Karena
itu, intuisi adalah sarana untuk mengetahui secara langsung dan
seketika.Analisis atau pengetahuan yang diperoleh lewat pelukisan tidak dapat
menggantikan hasil pengenalan intuisi. Intuisi bersifat personal dan tidak bisa diramalkan.Sebagai
dasar untuk menyusun pengetahuan secara teratur maka ituisi tidak bisa
diandalkan. Pengetahuan intuitif dapat dipergunakan sebagai hipotesis bagi
analisis selanjutnya dalam menentukan benar tidaknya pernyataan yang
dikemukakannya.
Kemampuan menerima pengetahuan
secara langsung itudiperoleh dengan cara latihan, yang dalam Islam disebut
Riyadhah. Metode ini secara umum dipakai dalam Thariqat atas Tasawuf. Konon,
kemampuan orang-orang itu sampai bisa melihat Tuhan, berbincang dengan Tuhan,
melihat surga, neraka, dan alam gaib lainnya. Dari kemampuan ini dapat dipahami
bahwa mereka tentu mempunyai pengetahuan tingkat tinggi yang banyak sekali dan
meyakinkan pengetahuan itu diperoleh bukan lewat indera dan akal, melainkan
lewat hati. Perbedaan antara intuisi, yang lebih mendasar dan
fundamental lebih meraih hakikat pengetahuan adalah pensucian jiwa
dan takziyah hati, dan bukan dengan analisa pikiran dan demonstrsi
nasional. Para urfa dan sufi beranggapan bahwa segal pengetahun yang bersumber dari
intusiasi,musyahadah, dan mukasyafah lebih sesuai dengan kebenaran dari pada
ilmu-ilmu yang digali dari argumentasi rasional dan akal.
3.
Pembagian
Kebenaran Non-Ilmiah
Upaya untuk menemukan kebenaran yang Nonimiah dapat
terlaksana dengan berbagai cara diantaranya:
a. Kebenaran karena kebetulan,
adalah penemuan berlangsung tanpa disengaja.
b. Kebenaran karena akal sehat (common sense)
Akal sehat adalah serangkaian konsep yang dipercayai
dapat memecahkan masalah secara praktis.
c. Kebenaran agama dan wahyu.
Kebenaran ini mutlak dan asasi dari Allah SWT dan
Rasul-Nya. Beberapa hal masih bisa dinalar dengan panca indera manusia, namun
ada juga yang tidak bisa.
d. Kebenaran Intuitif,
Kebenaran yang didapat dari luar proses sadar tanpa
menggunakan penalaran dan proses berpikir
e. Kebenaran karena trial dan error
Kebenaran yang diperoleh karena mengulang-ulang
pekerjaan.
f. Kebenaran spekulasi
Kebenaran karena adanya pertimbangan meskipun tidak
dipikirkan secara matang, dikerjakan dengan penuh resiko, relatif lebih cepat,
dan biaya lebih rendah dari trial dan error.
g. Kebenaran karena kewibawaan
Kebenaran yang diterima karena pengaruh kewibawaan
seseoran. Seseorang tersebut bisa ilmuan, pakar atau ahli yang memiliki
kompetensi dan otoritas dalam suatu bidang ilm. Kadang kebenaran yang keluar
darinya diterima begitu saja tanpa perlu diuji. Kebenaran ini bisa benar tapi
juga bisa salah karena tanpa prosedur ilmiah.
4.
Contoh
Kebenaran Non-Ilmiah
a. Mukasyafah
Mukasyafah bermakna terbukanaya tirai, atau peristiwa
ketersingkapan atau keterbukaan tabir penghalang, maksudnya dalah terbukanaya
segala rahasia alam yang tersembunyi.
b. Ilmu Laduni
Ilmu laduni adalah ilmu yang ditemukan dalam jiwa yang
berasal dari Tuhan tanpa melalui perantara.
c. Sihir
Kata sihir dalam bahasa Arab diambil dari kata Sahara,
yaitu waktu malam dan awal terbitnya fajar. Karena pada waktu demikian
bercampur antara gelap dan terang ,sehingga sesuatu menjadi tidak sepenuhnya
jelas.
d. Mistik
Mistik adalah pengetahuan yang tidak
rasional, yaitu pengetahuan ajaran atau keyakinan tuhan yang diperoleh melalui
latihn-latihan meditasi atau latihan spiritual, bebas dari
ketergantungan indera atau rasional.
Kesimpulan
Kebenaran non ilmiah memiliki pengertian kebenaran yang
diperoleh bukan berdasarakan penalaran logika tetapi diperoleh dari faktor-faktor non ilmiah.
Dalam mencari hakikat kebenaran mungkin sering kita ucapkan, namun susah
dilaksanakan. Teori dalam kebenaran non ilmiah Sering orang-orang memandang
hal-hal berikut ini sebagai kebenaran yang tidak ilmiah, karena disebabkan
sifat dan caranya yang sederhana, penuh dengan kira kira, serta tidak dapat dijangkau oleh alat indera manusia.
Wahyu, Mitos, Mistik. Pembagian
Kebenaran Non-Ilmiah.Upaya untuk menemukan kebenaran yang Nonimiah dapat
terlaksana dengan berbagai cara diantaranya: kebenaran karena akal sehat,
kebenaran agama dan wahyu,kebenaran intuitif, kebenaran karena tria dan error,
kebenaran spekulasi, kebenaran karena kewjiban.Contoh kebenaran
non-ilmiahMukasyafah,sihir,mistik.
Opini Pribadi Terkait dengan Tema
Menurut saya Kebenaran Non-Ilmiah adalah kebenaran
yang diperoleh bukan berdasarkan penalaran logika ilmiah kebenaran ini
merupakan suatu kebenaran yang datangnya secara turun temurun berdasarkan
pengertian dari masa kemasa, karena kebenaran ini datang tanpa melalui
penelitian dan pengamatan secara mendetail dan dengan mudah untuk diterima dan
di yakini oleh manusia karena memiliki urutan pengertian yang di turunkan sejak
dahulu. Kebenaran ini bisa menjadi kebenaran yang mutlak bagi manusia, karena
kebenaran Non-Ilmiah dapat di pahami tanpa penalaran logika namun lebih kepada kepercayaan
terhdapa suatu keyakinan. Kebenaran ini hadir tanpa kesadaran penalaran yang
dimiliki manusia sehingga manusia berpaku pada keyakinan pada masing-masing
pribadi. Kebenaran ini tidak dapat di
jangkau dengan indera manusia. Dan kebenaran Non-ilmiah bisa menjadi suatu
kebenaran yang benar dan seharusnya diyakini dan bisa juga menjadi kebanaran
yang seharusnya tidak diyakini.
Komentar
Posting Komentar