Pandangan Ekonomi Syariah Bagi Kemajuan Bangsa
Pandangan
Ekonomi Syariah Bagi Kemajuan Bangsa
(Oleh: Yogi
Supriyono)
Ekonomi Syariah
merupakan dua kata yang memiliki domain yang berbeda, yaitu ekonomi dan
syariah. Ekonomi adalah science, yaitu ilmu sosial yang yang mempelajari
perilaku manusia dalam melakukan kegiatan pemenuhan kebutuhan, dari mulai
produksi, distribusi, sampai konsumsi, kemudian Syariah adalah aturan atau
hukum religion, yaitu aturan-aturan yang berlandaskan pada hukum islam. Oleh
karena itu ekonomi syariah merupakan gabungan dari ilmu dan agama yang saling
melengkapi, karena dapat disimpulkan bahwa Ekonomi Syariah adalah Ilmu sosial
yang mempelajari tentang kegiatan ekonomi masyarakat, yang di ilhami dan
dibaluri dengan nilai-nilai islam. Ekonomi syariah memiliki tujuan untuk memberikan
keselarasan dan keseimbangan bagi kehidupan di dunia, tujuan proses ekonomi
syariah adalah pemenuhan kebutuhan manusia yang berlandaskan kepada ilmu agama
guna mencapai tujuan agama.
Ekonomi syariah memiliki kesamaan dan perbedaan
dengan ekonomi konvensional persamaan dari keduanya adalah dasar ilmu yang di
pelajari dan cabang dari ilmu ekonomi itu sendiri seperti manajemen, akuntasi, bisnis dan beberapa cabang ilmu ekonomi pada umumnya. Perbedaannya, ekonomi
konvensional lebih beresensi pada pengumpulan harta yang terus menerus dan
beresensi hanya pada kehidupan dunia, berbeda dengan ekonomi syariah yang
beresensi pada kehidupan dunia maupun kehidupan akhirat. Sumber-sumber
fundamental ekonomi syariah adalah Al-Qur’an dan Sunah yang memberikan pedoman
Seiring
perkembangan zaman yang mempercepat arus tekonlogi, informasi dan pengetahuan, ekonomi syariah mulai di kenal oleh
masyarakat. Ekonomi syariah sudah mulai memberikan fasilitas-fasilitas untuk
melaksanakan kegitan ekonomi dalam kehidupan yang berdasarkan prinsip syariah,
terutama bagi umat islam. Ekonomi syariah sudah mulai dikenal dunia dan
dijadikan sebagai rujukan sistem dalam melakukan kegiatan ekonomi, terutama di
negara-negara yang mayoritas penduduknya islam. Beberapa negara yang sudah
mulai menganut sistem ekonomi syariah diantaranya adalah Arab Saudi, Malaysia,
UEA, Kuwait, Qatar, Turki dan juga Indonesia.
Indonesia sebagai negara yang
populasi islam terbesar di dunia juga menjadi salah negara yang sudah mulai
menganut konsep ekonomi syariah. Ekonomi syariah sudah muai dikenal dan di
jadikan sistem yang di gunakan dalam perilaku ekonomi masyarakat indonesia,
seperti contohnya mulai bermunculannya bank-bank syariah yang menjadi pilihan
bagi masyarakat untuk menjauhkan dari paham religion umat islam yaitu riba
masyarakat sudah mulai beralih dari prinsip konvensional menuju syariah, selain
itu pemasaran secara E-marketing dalam produk berlisensi halal juga sudah dapat
di nikmati disebagian kalangan, pemasaran produk-produk halal juga mulai
dipasarkan mulai dari pariwisata, untuk menarik wisatawan asing, dan masih
banyak lagi kegiatan ekonomi syariah yang sebenarnya jika dikembangkan di
indonesia berpotensi besar bagi perkembangan ekonomi indonesia di masa sekarang ini dan masa depan.
Adanya ekonomi
Syariah di Indonesia berpotensi besar bagi kemajuan indonesia, maka dari itu
pengetahuan dan ketrampilan dari elemen intelektual sangat di perlukan. Sebagai
generasi penerus pemudalah yang seharusnya memiliki pemikiran pemikiran kritis
terhadap masa depan ekonomi indonesia, pemuda seharusnya ikut andil dalam
membangun ekonomi indonesia karena bagaimanapun masa depan bangsa indonesia ada
di tangan para pemuda, diantaranya yaitu para intelektual muda yang saat ini
sedang menjalani studi dengan program studi ekonomi syariah, mereka diharapkan
dapat memberikan kontribusi dalam ikut menentukan masa depan bangsa. Pendidikan mengenai ekonomi syariah seharusnya dipelajari oleh
generasi muda sebagai bekal untuk memecahkan berbagai persoalan bangsa terkait
permasalahan ekonomi, dan untuk masa depan ekonomi indonesia yang lebih baik.
Alhamdulillaah nanda Yogi semoga lancar, sukses yg diridloi Allaah.
BalasHapusAamiin .. terimakasih atas doanya semoga setiap keberkahan, kemudahan juga melimpahi anda pak,bu,mas,atau mba?
HapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusKeren, terus berkarya brooo
BalasHapusMantap2
BalasHapus